selamat datang para pengunjung anda pengunjung yang ke

Sabtu, 20 Februari 2010

mg4 mechine gun





MG4 Light Machine Gun

Originally developed as the HK MG43, this 5.56mm light machine gun was recently selected for fielding by the German military as the "MG4". The experience gained in the course of several stringent national and international weapons trials was incorporated into the design of the MG4. During a recent desert test in the U.S., a single MG4 prototype successfully fired a total of 104,000 rounds using only a single barrel.

Its light weight and compact dimensions make the MG4 a “one man weapon” capable of playing a critical role in support of both offensive and defensive military tactical operations. The MG4 may be fired from any position, even from the hip. The MG4 uses a proven gas-operated system combined with rotating bolt head and it fires from the open bolt position is extremely reliable and accurate.

Among the many features of the MG4 is an ambidextrous safety/selector lever with safe and full automatic fire positions, folding bipod, and a folding buttstock for compactness. It has A quick change barrel that can safely be changed when hot. Empty shell casings eject downward.

The newest in the HK belt-fed machine gun line, the MG4 incorporates the latest in gas-operated reliability, in a superior design for maximum life, robust service, and unparalled simplicity.

The MG4 EK is a shorter version with abbreviated 15.82 inch barrel
Features & System Characteristics:

* Gas-operated with rotating bolt head, firing from the open bolt position
* A special safety mechanism prevents the bolt from traveling forward should it not have reached the rear final engagement position (insufficient functioning) or when the pistol grip has been removed.
* Cartridge feed via belt (cartridges are loaded in 5.56 mm M27 disintegrating belt links)
* Belt intake from the left, with loaded condition indicator
* Cartridge case ejection below the weapon
* “Quick change” barrel capability allows barrel to be safely changed even when hot, the barrel assembly incorporates a folding carrying handle
* The bolt can be locked in any position by folding the cocking lever upwards
* Bipod folds into the handguard
* Mechanical sight, aperture or open notch sight. Sight graduations from 100 to 1000 m (in 10 graduations), folding front sight
* Picatinny rail MIL STD 1913 for support of optical sights

sound from palestinian kids

Rabu, 10 Februari 2010

pacaran menurutt islam itu bukan sifat laki laki sejati

a. Islam Mengakui Rasa Cinta

Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .”(QS. Ali Imran :14).

Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejwantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semau itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.

Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku”.

b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal

Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.

Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak.

Bahkan lebih ‘keren’nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan ‘pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.

Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `the real gentleman`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wnaita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi the real man.

Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan `mahram` (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.

Sedangkan pemandangan yang lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama.

Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.

c. Pacaran Bukan Cinta
Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berentu sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemua langsung.

Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya.

Padahal cinta itu memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.

d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan
Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.

Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,”Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa’ fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha’ Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)

Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting.

Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebaga ta’aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya.

Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemua dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran.

Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuhan.

Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Pusat Konsultasi syariah

Selasa, 01 September 2009

LUPA PASWORD LOGIN KE WINDOWS GIMANA YAAAA?



Bila kita lupa password yang telah kita buat untuk masuk windows XP sebagai administrator atau bila iseng ingin masuk ke ke komputer orang lain yang ada password windows XP nya. Begini caranya, gampang kok : 1. Saat sudah muncul layar untuk memilih account dan tempat passwordnya, tekan Ctrl-Alt-Del dua kali. Lalu akan?muncul layar berisi kotak name dan password. 2.? [...]

Bila kita lupa password yang telah kita buat untuk masuk windows XP sebagai administrator atau bila iseng ingin masuk ke ke komputer orang lain yang ada password windows

Bila kita lupa password yang telah kita buat untuk masuk windows XP sebagai administrator atau bila iseng ingin masuk ke ke komputer orang lain yang ada password windows XP nya. Begini caranya, gampang kok : 1. Saat sudah muncul layar untuk memilih account dan tempat passwordnya, tekan Ctrl-Alt-Del dua kali. Lalu akan?muncul layar berisi kotak name dan password. 2.? [...]


XP nya. Begini caranya, gampang kok :

1. Saat sudah muncul layar untuk memilih account dan tempat passwordnya, tekan
Ctrl-Alt-Del dua kali. Lalu akan?muncul layar berisi kotak name dan password.
2.? Hapus tulisan di kotak name dan ketik administrator.
3.? Passwordnya tidak perlu diisi.
4.? Lalu tekan OK. Maka langsung masuk windows sebagai administrator.

Setelah masuk, kita dapat mengubah password administratornya. Caranya adalah sebagai berikut :
1.? Masuk user account baik dengan masuk control panel lalu masuk user account ataupun dengan mengklik gambar account di kiri atas menu start.
2.? Setelah masuk, dapat kita lihat user account mana yang menjadi computer administrator.? Misalnya yang menjadi computer account adalah
Albert Sudaryanto. Lalu untuk mengubah passwordnya lihat langkah berikutnya;
3.? Klik
START lalu ke RUN dan ketikan cmd. Maka akan masuk ke DOS
4.? Ketik
net user dan enter. Maka akan terlihat nama-nama user account windows XP. Perhatikan satu-persatu nama-nama user account yang ada. Biasanya nama user account saat kita lihat di menu user account sama dengan yang kita lihat melalui net user, tapi kadang-kadang berbeda. Oleh sebab itu, lihat satu-persatu samakan dengan yang saat kita lihat di menu user account. Sebagai contoh :
Di menu user account, account yang ada adalah :

Acer
Administrator
Albert
Bosgentongs
Guest
Tetapi account yang terlihat di net user :

Acer
Administrator
Albert
ASPNET
Bosgentongs
Guest
HelpAsistant
SUPPORT_388945a0

Kamis, 13 Agustus 2009

EFEK DARI BIOS RUSAK ATAU DISFUNGSI SISTEM BIOS

akibat yang ditimbulkan dari kegagalan sistem atau fungsi bios KARNA KERUSAKAN IC ATAU CURUPTNYA BIOS KARNA GANGGUAN ELEKTRIK STATIS ATAU FAKTOR YANG LAINNYA adalah
sebagai berikut:

1. tanda yang paling menonjol adalah komputer tak deapat meload windows anda atau
windows berhasil di load tapi kemudian tiba tiba komputer anda mati


SALAH SATU CARA UNTUK MEMPERBAIKI NYA ADALAH:
DENGAN MENGISI ULANG PROGRAM BIOS PADA IC BIOS ANDA DENGAN CARA MENGEFLASH BIOS ANDA DENGAN SITEM DOS ATAU MENGGANTI IC BIOS ANDA:

KLIK LINK INI UNTUK MENGEFLAHS BIOS

BERIKUT BAGIAN KOMPUTER ANDA YANG RUSAK YAITU IC BIOS


Kamis, 18 Juni 2009

program aplikasi rental buku dengan c#



(KODING)

#include
#include
#define lanjut 1
void kompor();


int lamapinjam,tanggal,c,d,q,bulan,tahun,jhari,y;

void main()
{
while(lanjut){

int kode_buku;


printf("¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦) GADIS CANTIK (¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦\n");
printf(" BOOOK RENTAL\n");
printf(" MEMBACA ADALAH JENDELA DUNIA AKHIRAT");
puts(" ");
puts(" ");
kode_buku=0;
do{
puts("¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦)MASUKKAN KODE BUKU(¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦");
printf("kode buku 1...........6\n");
scanf("%d",&kode_buku);
if (kode_buku>6)
printf("DATA BUKU YANG ANDA MASUKKAN TIDAK TERDAFTAR\n");
if (kode_buku<0||kode_buku>6)
putchar(6);
}while(kode_buku<0||kode_buku>6);
if (kode_buku>6) printf("data tidak di temukan");
switch(kode_buku)
{
case 01:
puts(" JUDUL BUKU: MENJILAT MATAHARI");
puts("PENGARANG : AMRULLOH MUCHLIS. ``");
puts("code :001");
getch();
break;
case 02:
puts("JUDUL BUKU:HAWA DAN NAFSU LIAR");
puts("PENGARANG :TOHARI AYUN. 'YESS'");
puts("code :fn02");
getch();
break;
case 03:
puts("JUDUL BUKU:BERTEMAN DENGAN BADAI");
puts("PENGARANG: ARDA HAJAR ,MSI");
puts("kode :fn03");
getch();
break;
case 04:
puts("JUDUL BUKU: PENYESALAN DAN KEKECEWAAN YANG TAK BERUJUNG");
puts("PENGARANG : SATRIAWAN GUNAWAN, SH.");
puts(" kode:04");
getch();
break;
case 05:
puts("JUDUL BUKU: CINTA TERLARANG");
puts("PENGARANG : JANNATY BAITI");
puts("code :05");
getch();
break;
case 06:
puts("CREDITS");
puts("KONSEPTOR :GUNAWAN SATRIAWAN");
puts("CODEEDITOR:MOHAMMAD MUCHLIS AMRULLOH");
puts("");
puts("TESTER:HAJAR ARDANIANTO");
puts("COTESTER &VISER MERANKAPDOA :AYUN THOHARI");
getch();
break;

}

int kambing=32;
int kodok=7;

do{
printf("¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦\n");
printf("MASUKKAN LAMA PEMINJAMAN BUKU\n");
scanf("%d",&lamapinjam);
printf("%dHARI\n",lamapinjam);

printf("¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦\n");
if
(lamapinjam>kodok){
Printf ("HARI PEMINJAMAN BUKU MAXIMUM ADALAH 7 HARI ANDA MESUKKAN[%d]HARI\n",lamapinjam);
printf("O O N BANGET SIH YANG KAMU SAYANG\n");}
}while(lamapinjam>kodok);
if(lamapinjam>kodok)
printf("HARI PEMINJAMAN BUKU MAXIMUM ADALAH 7 HARI ANDA MESUKKAN[%d]HARI\n",lamapinjam);
static int jum_hari[12]=
{ 31,28,31,30,31,30,
31,31,30,31,30,31
};
do{
printf("MASUKKAN BULAN ");

scanf("%d",&bulan);
if(bulan>12)
printf("BUKANNYA DARI DULU DAN MUNGKIN NANTI SAMPAI KIAMAT JUMLAH BULAN ITU 12\n");}
while(bulan>12);
if(bulan>12)
printf("BUKANNYA DARI DULU DAN MUNGKIN NANTI SAMPAI KIAMAT JUMLAH BULAN ITU 12\n");
printf("MASUKKAN TAHUNYA");
scanf("%d",&tahun);

if (bulan==2)
if ((tahun % 4 ==0) && (tahun %100 !=0))
jhari=29;
else
jhari=28;
else
jhari=jum_hari[bulan-1];

printf("\njumlah hari =%d\n",jhari);
printf("¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦\n");
do{
printf("MASUKKAN TANGGAL ");
scanf("%d",&tanggal);
if (tanggal>kambing)
printf("TANNGAL TIDAK BAKU {%d}\n",tanggal);
printf("¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦\n");
}while (tanggal>kambing);
If (tanggal>kambing)
printf("TANNGAL TIDAK BAKU {%d}\n",tanggal);

if (jhari==30)
c=(lamapinjam+tanggal)-30;
else if (jhari==31)
c=(lamapinjam+tanggal)-31;
else if (jhari==28)
c=(lamapinjam+tanggal)-28;
else if (jhari==29)
c=(lamapinjam+tanggal)-29;
if (tanggal<28)
kompor();
if
((bulan==12)&&(tanggal>=25)&&(c<7))
q=tahun+1;
else
q=tahun;
d=lamapinjam*2000;
if ((tanggal>=25)&&(c<7))
y=bulan+1;
else
y=bulan;
if (y==13) y=y-12;
printf("¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦\n");


printf("HARGA SEWA PERHARI : RP 2000,\n");
printf("tanggal kembali :[%d] bulan[%d]tahun[%d]\n",c,y,q);
printf("BIAYA TOTAL PENYEWAAN ADLAH :[%d]\n",d);
printf("\n");
printf("\n");
printf("\n");
printf("\n");

}
}
void kompor(){c=lamapinjam+tanggal;}

Kamis, 04 Juni 2009

kapal perang malaysia memasuki peraiaran indonesia


Liputan6.com, Tarakan: Kapal Perang Malaysia kembali memasuki wilayah Indonesia sejauh satu mil, Rabu (3/6) pagi. Alhasil, situasi keamanan di Ambalat sempat memanas. Untuk itu, pihak TNI Angkatan Laut mengusir kapal bersenjata Malaysia dengan mendekatinya. Apalagi, radio komunikasi kapal Malaysia selalu dimatikan saat memasuki wilayah Indonesia.
ADVERTISEMENT

Menurut Komandan Gugus Tempur Wilayah Timur, R.M. Harahap, keadaan di Ambalat relatif aman dan damai. Namun, pihak Malaysia selalu melakukan kesalahan berkali-kali dengan memasuki wilayah Indonesia terlalu jauh.

Dari peta batas wilayah antara wilayah Indonesia dan Malaysia menunjukkan perairan Indonesia lebih dalam. Kemungkinan Kapal Perang Malaysia mencari posisi yang aman untuk berlayar dengan masuk ke wilayah indonesia. Namun, TNI AL tetap menjaga agar aksinya tidak menimbulkan pola pola yang negatif.

Data sepanjang 2009 menunjukkan, Malaysia telah 11 kali melanggar perbatasan dan pada tahunm 2008 sebanyak 26 kali masuk ke wilayah Ambalat tanpa izin.(ISW)

Senin, 25 Mei 2009

THE MP5 SUB MECHINGUN



technical data (current models): MP-5A2 MP-5A3
Caliber : 9x19mm Parabellum (also .40S&W and 10mm Auto)
Weight, empty :2.54 kg 2.88 kg
Length : 680 mm 490 / 660 mm
Barrel length :225 mm
Rate of fire :800 rounds per minute
Magazines : 15 and 30 rounds



The Heckler und Koch submachine gun, MP-5, is one of the most famous and wide-spread firearms of its class, developed since the Second World War. Its development began circa 1964 under the company designation HK MP-54, or simply HK 54. In the 1966, German police and Border Guard adopted the HK 54 as the MP-5, and it was originally available in two forms - MP-5 with fixed buttstock and MP-5A1 with retractable buttstock. Some years later HK slightly upgraded the design of MP-5, replacing the sights (from flip-up open notch rear and blade front to drum-type diopter rear and hooded post front) and the muzzle (replacing the two-slot muzzle compensator to the tree-lugs QD silencer mount without compensator). Other improvements made over the time concerned the magazines (early type magazines were of straight box type, latter - of curved box type for improved reliability). The trigger units also were upgraded - from original stamped steel with plastic grip to the all-plastic units, integral with grip, and with various fire modes and marking. Over the years MP-5 were adopted by the huge numbers of police, security and military forces around the world, including the German police and border guard, British police and elite Army SAS units, American police, FBI, Navy and Marine Corps, and many, many others. MP-5 is still manufactured in Germany by the HK itself, and also licensed to Greece, Iran, Pakistan and Mexico. The only real rival to the MP-5 in the terms of proliferation across the world is the famous Israeli UZI submachine gun. Most interestingly, the German Army (Bundeswehr) did not adopted the MP-5, most probably due to the economical reasons, and turned instead to the... UZI submachine guns, made under license in Belgium.
The success of the MP-5 is outstanding. It is based on the high quality and reliability of the gun, great single-shot accuracy (thanks to its closed bolt action), great flexibility and, of cause, good marketing. It seems that no other modern SMG at this time can rival the MP-5 in popularity (UZI is not manufactured anymore).

The MP-5, basically, is no more than the scaled-down version of the Heckler-Koch G3 battle rifle. It shares the same basic design with stamped steel receiver and the same roller-delayed blowback action, derived from the post-war CETME rifles. The trigger units are hinged to the receiver and are now available with various fire mode options, including 2 (Safe, Semi-auto), 3 (Safe, Semi, Full Auto) or 4 (Safe, Semi, Limited burst of 2 or 3 rounds, Full auto) position levers, ambidextrous or not, and marked with letters, digits or icons. The MP-5 is always fired from closed bolt for improved accuracy, but this limits the amount of sustained fire due to the barrel overheating and resulting cook-off problems. To avoid this, MP-5 cocking handle could be locked in the rear position in the special slot, leaving the bolt in the open position, with no cartridge in the chamber. To commence the fire one must simply release the cocking handle from its notch and then pull the trigger. Modern MP-5 submachine guns are equipped with three-lug quick detachable silencer mounts on the barrel. Sights are similar to other HK models, and consists of the front hooded post sight and the adjustable for windage and elevation drum-type diopter rear sight. Special quick-detachable clamp mounts allows for installation of night, optical and red-dot sights if required. Standard magazine capacity is 30 rounds, but shorter 15 rounds magazines are available. Special versions were developed and manufactured in limited numbers during 1980s-90s for the US Law Enforcement market, chambered for more powerful 10mm Auto (10x25mm) and .40S&W (10x22mm) ammunition. These guns can be easily distinguished from more common 9mm models by straight box 30 rounds magazines, made from plastic.

While all of MP-5 can be fitted with silencers, there also a dedicated silenced version of MP-5, called MP5SD2 or SD3 (depending on the stock type). This version is equipped with non detachable integral silencer, and the vented barrel, to reduce the bullet muzzle velocity down below the speed of sound. The MP-5SD is intended to fire standard 9mm ammunition, not the special subsonic one.

Semi-automatic only versions of the MP-5 were once made for civilian market under the designation of HK-94, some with longer, 16 inch (406 mm) barrels, to conform with US laws. There also is an US company, called Special Weapons LLC, that is manufacturing semi-automatic, civilian MP-5 clones in various pistol calibers, including the .45ACP.